Seperti yang sudah dijanjikan oleh Gali, keesokan harinya setelah mereka check out dari hotel, Gali langsung membawa istrinya untuk menyambangi rumah yang akan mereka tempati ke depannya. Baginya rumah ini adalah rumah yang biasa saja karena tidak sebesar rumah milik Ayahnya, namun Gali jadi merasa terhibur menatap wajah istrinya yang terkagum-kagum dengan binar menyala terang di matanya. "Kamu suka?" tanyanya. Tangannya merangkul pundak Lova, menuntun wanita itu untuk masuk ke dalam rumah mereka. Lova menoleh, anggukan kepalanya tampak antusias hingga membuat Gali mau tidak mau terkekeh geli. "Ini bagus banget," puji wanita itu sambil mengedarkan matanya ke sepenjuru rumah. Tersenyum, Gali kemudian memutar kembali pundak Lova menuju pintu keluar. Wanita itu tampak kebingungan. "Buat

