“Kenapa nggak nunggu di atas aja, sih? Kamu kan tahu password unit apartemenku.” Tepat saat itu, pintu lift terbuka. Wira dan Rena segera melangkah masuk. Telunjuk Wira menekan angka lantai unitnya berada. “Sengaja.” “Sengaja?” Wira menoleh dengan kedua alis terangkat. Rena pun ikut menoleh. “Iya, sengaja. Sengaja biar kamu bisa bantuin aku bawa barang belanjaan ini ke atas,” jawabnya. Pandangan Rena beralih pada pintu lift yang masih tertutup. “Lagi pula, menurutku kurang sopan aja kalau masuk ke unit apartemen orang, tapi pemiliknya lagi nggak ada di unitnya.” Wira terdiam. Menyesali pertanyaan bodoh yang beberapa saat lalu ia lontarkan kepada wanita di sebelahnya. “Maaf, Re. Aku lupa kalau kamu nggak akan pernah masuk ke unitku kalau aku lagi nggak ada di sana.” “Nggak apa-apa, Wi

