Ucapan Roy menggantung begitu saja sejak beberapa detik lalu. Yang ditanya, alih-alih menanggapi, malah diam seraya menatap Roy dengan ekspresi bingung. “Papa mau apa ketemu Shevi?” Pertanyaan tersebut akhirnya meluncur dari mulut Wira. Hanya sesaat sebelum akhirnya laki-laki itu menyadari satu hal. “Jangan bilang kalau Papa mau memberitahu Shevi tentang ayah kandungnya. Iya kan, Pa?” “Ya, Shevi memang harus tahu tentang ini semua. Dia harus tahu tentang siapa keluarganya dan juga tentang siapa dia sebenarnya. Kita bisa bicarakan masalah ini baik-baik dengan Shevi—tentang masa lalu Papa dan ayahnya Shevi, serta masalah kamu dan Shevi.” “Masalahku dan Shevi sudah selesai, Pa. Tidak ada yang perlu diselesaikan lagi. Kami juga sudah sepakat untuk tidak mengungkit masa lalu yang kelam

