Ruang musik. Pagi yang berkabut dan mengembun di balik jendela. Salju masih turun tipis-tipis. Burung-burung yang bertengger di dahan atau berdiam diri di sarangnya mencicitkan suaranya perlahan. Benar adanya ketika sebuah dansa Waltz selalu sempurna saat dilakukan oleh dua orang yang mempunyai misteri dan ikatan yang kuat. Isabela menahan lenguhannya ketika Mateo memeluk pinggangnya erat dan memberinya ciuman di sepanjang tulang selangkanya. Isabela bahkan harus membenturkan kepalanya perlahan ke tembok di belakangnya demi meredam gairah yang tiba-tiba meluap. Ini jelas hal yang baru tapi bukan berarti Isabela belum pernah membayangkannya bahwa momen seperti ini akan dilaluinya bersama Mateo suatu hari nanti. "Sssh...." Isabela meredam suaranya sekuat tenaga dan sedikit tersentak s

