PART 23

1121 Kata

Isabela mengedarkan pandangannya ke sepanjang koridor lantai dua rumah merah. Pemandangan yang nampak simpel namun terkesan mewah. Warna hitam dan merah berpadu mendominasi seluruh ruangan. Ini kali pertama Isabela keluar dari kamarnya setelah hari itu. Hari saat dia sampai di rumah merah dan tak pernah keluar dari kamar. Segala kebutuhannya datang silih berganti dibawakan oleh para pelayan. Isabela berjalan setenang mungkin. Yah, setidaknya itulah yang dilakukannya sekarang. Darell mengusap punggung tangan Isabela yang mengamit lengannya. Dan Isabela merasa, Darell adalah pria dengan segala bentuk kesopanan melekat padanya. Mereka menuruni tangga perlahan. Bukan menuju ruang makan tapi menuju ruang tamu. Darell tak banyak bicara, hanya sekali membisikkan bahwa Isabela menawan dengan gau

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN