Marmut Dan Singa

1505 Kata

Padahal hujan sudah berhenti, tetapi Yua merasa tersambar petir di siang bolong. Terlebih Jexeon mengatakan ngidam dengan malu-malu. Telinganya memerah dan pandangan melihat ke arah lain. Wanita itu tidak bisa menahan tawanya. "Hahahaha, nggak mungkin ngidamlah, Mas. Aku kan baru datang bulan, bukan masa subur, lagi pula baru tadi malam bikin mana mungkin paginya jadi. Bikin anak beda sama bikin martabak." Mendengar itu, Jexeon ingin mengirimkan rudal ke penthousenya, supaya Lazio mati. Bisa-bisa menipunya dan membuat malu! "Tapi, aku seneng Mas Iyon perhatian kayak gini." Yua membuka bungkus martabak, mengambil satu potong dan mencicipinya. Meses berwarna coklat itu sampai jatuh kembali saking tebalnya. Mulut Yua yang kecil tidak mampu menampung dalam sekali gigitan. Bibir wanita

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN