Usia kandungan yang semakin besar membuat wanita pincang itu sulit bergerak. Bahkan di hari wisudanya ia berjalan pelan hingga ditunggu orang-orang, sangat hati-hati supaya tidak terjatuh di tangga. Saat itu Jexeon melihat kegembiraan di mata Yua, istri yang tengah mengandung itu memakai toga. Foto bersamanya dan sekarang dipajang di dinding. Bersanding dengan foto pernikahan. "Kalian jangan menyusahkan Yua." Jexeon mengusap perut Yua, sudah memasuki bulan ke tujuh. Acara tujuh bulanan kemarin berjalan dengan lancar. Ia tidak menyangka akan memiliki keluarga sendiri. Beberapa bulan lalu ia bekerja keras untuk membuat kedamaian ini, membebaskan diri dari cengkraman Pram. Itu bukan hal yang sulit baginya, dari dulu posisinya setara dengan Pram meskipun Pram anak dari Tuan besar. Je

