Sepupu Penggoda

1128 Kata

Kalau ditanya seperti itu, mungkin lebih tepat jika kapan pertama kali jantungku berdebar kencang karena Jexeon. "Waktu pertama kali ketemu, kayaknya aku udah deg-degan." Pipiku merona merah, rasanya begitu panas. Aku malu mengatakannya. Itu sebuah kejujuran. "Ya ampun, kalian ini serasi sekali." Jexeon meraih tanganku, menggenggamnya. Rasa merinding menjalar ke seluruh tubuh. Apalagi saat dia meremas jemariku, jantung ini berdebar tidak karuan. Jari ini lah yang mencekikku beberapa waktu lalu, seolah aku benar-benar akan mati. Wawancara selesai dengan lancar, mereka akan mengedit dulu sebelum ditayangkan. Jexeon berbicara kepada produser sebentar sebelum pulang. "Alhamdulillah lancar ya, Mas. Apa habis ini kita ada acara lagi?" "Kau ikutlah pesta." "Eh, pesta? Di mana?" "Ulan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN