Jam pelajaran sudah habis dan Gibran masih saja belum kembali ke kelas. Tasnya sudah tersimpan rapi di bangku tapi kehadiran pria itu sama sekali tidak terdeteksi. Kyla sendiri merasa aneh saat tidak menemukan keberadaan Gibran di sini. Menurutnya ada hal yang kurang. “Katanya Gibran ada di UKS kalau lo penasaran.“ Sontak kepala Kyla langsung menoleh ke asal suara. Gadis berkuncir kuda itu memandangnya intens sambil mengunyah potato chips miliknya. “Muka lo kelihatan kepo makannya gue kasih tahu,” jelasnya lagi. “Kenapa di UKS? Dia sakit?“ “Nggak tahu. Gue juga dapat kabar dari anak-anak.“ Kyla mengangguk pelan. Sebenarnya masih ada yang ingin dia tanyakan. Cuma, dia memilih diam saja. Toh anak-anak kelas juga tidak nampak peduli dengan keberadaan Gibran. Dan untuk pemuda itu sendiri

