Langkah kaki Kyla terdengar cepat saat ia memasuki ruang ganti rumah sakit. Seragam putihnya rapi, rambutnya ia ikat tinggi seperti biasa, tetapi ada sesuatu di wajahnya yang sedikit lebih kaku. Ia melirik ke arah Gibran yang berjalan di sampingnya sambil menyodorkan botol air. “Jangan dekat-dekat begini di rumah sakit,” bisik Kyla, suaranya terdengar waspada. “Aku nggak mau orang-orang mulai bergosip.” Gibran menahan tawa, meski bibirnya sedikit terangkat. “Aku cuma nemenin kamu masuk. Kita kan baru aja dari kantor catatan sipil, Ky. Aku cuma pengen pastiin kamu nggak kelihatan terlalu gugup.” Sejak hari ini keduanya memutuskan untuk mengganti panggilan mereka. Tidak ada lagi lo-gue ketika berkomunikasi berdua. “Justru itu masalahnya." Kyla melirik sekeliling. Beberapa perawat lewat d
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


