Dear, Kak Dara… Semoga Kakak selalu baik-baik aja. Terima kasih untuk kiriman uangnya, Kak. Sudah aku terima. Ibu juga sudah aku bawa untuk berobat, meski hasilnya masih harus ditunggu tiga hari ke depan. Tolong doakan semoga Ibu dan hasil pemeriksaannya juga baik-baik aja ya. Maaf masih harus repotin Kakak padahal Kakak udah pergi jauh ke Korea. Aku juga minta maaf karena masalah sakitnya Ibu aja aku masih harus mengandalkan Kak Dara di sana. Kami di sini selalu merasa bersalah karena semua yang ada di sini harus selalu kami kabarkan pada Kakak. Ibu selalu bilang jangan repotin Kak Dara, tapi aku nggak punya pilihan lain. Maafin kami… Kurang lebih seperti itulah email yang Dara terima dari salah satu adiknya yang berasal dari panti asuhan yang sama—beberapa hari setelah Dara mengirimk

