Dara mendapatkan kesulitan. Berada di ruang sempit dengan beberapa orang asing dan bayi yang bersamanya jelas bukan tempat yang bisa dikatakan ideal—tidak, Dara tidak mencari tempat yang ideal apalagi dalam keadaan yang seperti ini, wanita itu agaknya hanya perlu tempat yang lebih nyaman dan lebih leluasa untuknya untuk menyusui Jea yang mulai menangis karena haus. Dara sungguh mencari cara agar bisa melakukannya, atau ingin mencoba untuk bersikap masa bodoh menyusui di depan orang lain. Sayangnya, yang ada di dalam ruangan itu bukan hanya perempuan, melainkan ada dua laki-laki dewasa yang menatap ke arahnya risih karena mendengar suara tangis Jea yang tidak juga berhenti. “Maaf, maaf… Saya akan coba menidurkan anak saya.” Ucap Dara sambil membungkuk meminta maaf berkali-kali pada dua pe

