BAB 46

1205 Kata

  "Aku benar-benar minta maaf akan sikap putriku.." Azel membuka suaranya di sela makan siang keduanya. "Dia hanya belum bisa menerimamu.."   Azel sendiri masih belum membuka hatinya pada Cleantha, tapi bagaimanapun juga ia tetap memikirkan Cya untuk mengurus anaknya. Ia tidak mungkin terus berharap pada Shaiqa yang sudah tua dan juga Azel terlalu sibuk bekerja hingga waktu untuk putrinya tidaklah banyak.   "Sudah berapa kali kukatakan, Azel. Aku tidak apa-apa.." Cleantha menangkup jemari Azel yang tergeletak di atas meja. Jujur saja, dirinya sudah jatuh cinta pada pandangan pertama hanya saja ia butuh waktu untuk membuat Azel cinta padanya mengingat kematian Ibu dari anaknya tersebut.   Cleantha tahu, Azel tidak pernah menikah dan hanya memiliki seorang anak, namun Cleantha tida

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN