Kini, Azel sedang duduk di depan ruang operasi dengan Cya yang tertidur di pangkuannya. Azel menjadi orang yang paling merasa bersalah saat ini karena selama ini ia membiarkan Letta menderita sendirian diluar sana tanpa tahu keadaannya sama sekali. Walaupun begitu, Letta tetap kuat agar bisa membesarkan anaknya dengan baik dan Letta berhasil. Cya tampak terlelap dipangkuannya. Gadis mungil itu sepertinya sangat lelah mengingat hari ini cukup berat untuk dilewati oleh anak sebesar dirinya. "Maafkan Papa, Sayang.." Gumam Azel sambil mengecup dahi Cya dengan penuh kasih sayang. "Maafkan Papa karena menelantarkan kalian berdua.." Azel kembali menangis. Perasaannya kacau sekaligus haru karena Letta memberikan buah hati yang cantik bahkan penurut seperti Cya. Letta berhasil menjadikan

