Letta mengerjapkan matanya perlahan setelah tidur panjang selama bertahun-tahun. Badannya terasa lemah, kepalanya terasa nyeri hingga rasanya mau pecah. Ia menatap ruangan asing ini dengan bingung pasalnya tidak tahu menahu keberadaannya ada dimana. "Kau sadar?" Suara asing pria itu memasuki telinganya yang masih berfungsi dengan normal. Ia mendengar pria asing barusan berbicara dengan orang lain sambil berbisik-bisik setelahnya kembali menatap Letta. "Aku memanggil Collin untukmu.." Butuh waktu untuk Letta berpikir mengingat Collin yang ternyata Kakak angkatnya sendiri. Dirinya mengangguk. "Saya- Ehm.." Ia berdeham karena suaranya yang serak nyaris tak keluar. "Saya dimana?" Pria tampan itu tersenyum. "Di Jerman." Kemudian ia menaikkan brankar di bagian punggung hingga ke

