BAB 25

1237 Kata

Letta menatap hpnya dengan gusar setelah menerima telepon dari Daddy protektifnya. Bagaimana mungkin Daddy memutuskan seenak jidatnya jika dia harus berangkat sore ini? Lantas, bagaimana dengan pasien wanita yang kini terbaring kaku di depannya? Padahal, ia mengira bahwa ia bisa pulang setelah operasi pemasangan tulang flap itu.   "Ada apa?" Collin yang sedari tadi diam membuka suaranya menatap Letta yang gusar bercampur sedih.   Gadis itu menarik dan menghela nafasnya pelan. "Daddy memintaku pulang ke LA sore ini, Kak." Gumamnya pelan. "Mommy sakit dan dia berjanji bahwa tidak akan memaksaku lagi untuk kembali kemari." Letta memang sudah menceritakan semua kehidupannya pada Collin termasuk Sang Daddy yang mengirimnya kemari hanya karena sikap dan tingkahnya yang suka dengan dunia ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN