TIGA PULUH EMPAT

1852 Kata

“Kapan kamu mau angkat kaki dari sini?” tanya Faiz pada Rahel disela mereka semua sedang makan bersama. “Mas,” tegur Humairah. Ia tidak sampai hati jika Faiz berkata begitu kepada Rahel saat sedang makan seperti ini. Apalagi ada Noah. “Gapapa. Kamu gak usah peduli sama dia. Dia pantas diginiin karena dia itu gak punya malu,” ucap Faiz membuat selera makan Rahel menghilang. “Ayah mau usir Tante Rara?” tanya Noah. “Iya,” jawab Faiz. “Tapi kenapa Ayah?” tanya Noah lirih. Ia sedih jika tantenya itu harus pergi lagi. Ia tak mau berpisah dengan tantenya itu. “Karena ayah udah muak melihat wajah dia.” “Mas,” tegur Humairah lagi. Tak baik jika suaminya itu berkata semacam itu di depan Noah. Itulah alasan kenapa ia ingin menegur suaminya itu. “Aku akan pergi. Jika Noah yang menginginkan itu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN