Humairah POV Aku menepis tangan Faiz. Seketika saja air mataku tumpah. Aku menangis tersedu-sedu di hadapannya. Dia berusaha menenangkanku. Akan tetapi aku tak ingin disentuh olehnya. Aku kecewa memiliki suami seperti dia. Meskipun itu di masa lalu. Tapi tetap saja rasanya menyakitkan saat tahu kebenaran ini. Kenapa dia menutupi masa lalu buruknya padaku. Dan baru bercerita sekarang. Bukankah suami istri harus terbuka? "Mairah, maafkan aku." "Aku sadar aku salah." "Wanita itu memang simpananku. Aku menyewanya hanya sekedar untuk teman mengobrol. Sekedar bercerita keluh-kesahku yang tengah hancur karena ditinggal istri yang amat aku cintai. Hubungan aku dan dia sekedar itu saja. Aku tidak pernah menyentuhnya. Dia hanya teman minum. Dia hanya tempatku mengadu kesedihan yang aku rasakan.

