Faiz menjauh dari Humairah. Ia duduk di pinggir tempat tidur sambil mengancing kemejanya kembali. Wajahnya yang bete membuat Humairah merasa bersalah. Wanita itu menghampiri Faiz dan ikut duduk bersama. "Maaf," ucap Humairah. "Gapapa," balas Faiz dingin. Humairah menggenggam tangan suaminya itu. "Aku menolak kamu, tapi gak membuat cinta kamu berkurang ke aku, kan?" "Gak." "Kamu marah ya?" "Gak." Humairah memencet hidung Faiz supaya pria itu tidak ngambek padanya. "Ihh, jangan marah." Ia ingin mencairkan suasana. "Gak marah." "Bohong." "Kalau gak marah kenapa muka kamu masam begitu?" "Aku cuma menahan diri." "Hem, maksudnya?" "Menahan diri untuk tidak menyentuh kamu. Kalau aku sentuh nanti kamu tambah marah," ungkap Faiz sejujur-jujurnya. "Padahal aku maunya melakukan itu a

