TUJUH PULUH DUA

1203 Kata

"Mai, aku mohon sama kamu. Aku ingin menenangkan diri di pantai. Aku ingin kamu menemani aku. Aku kesepian, Mai. Kamu tega biarin aku sendirian ke sana? Kalau aku hilaf dan frustasi terus bunuh diri, kamu mau?" "Hus, jaga omongan kamu, Faiz." "Makanya kamu juga harus ikut." Humairah menghela nafas berat. "Iya deh, iya," ucapnya setuju dengan rasa pasrah dan kesal karena Faiz memaksanya pergi dan secara tak langsung memberikan ancaman. Sungguh cerdik pria itu sehingga ia tidak bisa untuk menolak. Ia dibuat tak berdaya hingga harus mengiyakan keinginan sang pria. Faiz tersenyum senang. Spontan ia langsung mengusap-usap kepala Humairah. "Makasih Sayang," ucapnya karena lupa jika hubungannya dengan Humairah sudah meretak. Hampir pecah namun dipaksa untuk tetap bertahan. Humairah melarika

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN