"Aamiin..." ucap mereka dengan bersamaan. Faiz tersenyum lalu memeluk Humairah. "Maira, terima kasih ya. Berkat kamu aku bisa mengikhlaskan kepergian Stella. Aku janji sama kamu, aku akan bahagiain kamu selamanya," ucapnya. Perkataannya tak sekedar janji semata. Ia berucap seperti itu bukan sekedar untuk menyenangkan perasaan istrinya. Namun, jika apa yang ia ucapkan itu bisa terpenuhi maka ia juga ikut bahagia. Kini letak kebahagiannya tidak hanya pada anaknya saja. Akan tetapi pada Humairah juga. Dan ia juga ingin lebih berbakti lagi kepada orang tuanya. Karena berkat orang tuanya lah ia bisa menikahi Humairah. Berkat perjodohan yang direncanakan orang tuanya ia bisa memiliki seorang wanita yang penyabar, penyayang, tulus, dan sholehah lagi. Subhanallah banget. Betul-betul ia mendapatka

