TUJUH PULUH LIMA

1159 Kata

1 jam lebih Alif menunggu Humairah hingga wanita itupun muncul dengan tampilan yang lebih fresh dan wajah yang tampak lebih cantik. Alif tertegun sampai melihatnya. "Lif," tegur Humairah membuyarkan lamunan Alif yang terkesima pada kecantikan wanita itu. "Iy-iya," sahut Alif gelagapan. "Jadi gak? Kalau gak jadi ya udah, bagus." Alif beranjak berdiri. "Jadi dong. Ayok." "Kita gak pamitan dulu?" tanya Alif saat mereka sudah di teras rumah. "Gak usah. Aku udah pamitan sama abi tadi." "Ya udah." Alif membukakan pintu mobil depan untuk Humairah. Tapi Humairah malah membuka pintu belakang. "Mai, kok?" "Aku duduk di belakang aja. Kita bukan muhrim. Lagian tadi abi berpesan dia ngizinkan kita berdua pergi tapi harus jaga jarak," ujar Humairah lalu masuk ke dalam mobil. "Yah," gumam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN