Pagi ini, Reval sudah tampak rapi dengan tas punggung di dekatnya. Ia duduk di meja makan, menikmati sarapannya pagi ini. Tak lama kemudian, Syeril turun dengan wajah riang. Dia menuju meja makan. Syeril dan Reval, mereka tak berkomunikasi sama sekali. Hanya terdengar dentingan sendok yang beradu dengan piring. Syeril menatap Reval berkali-kali, tetapi pemuda itu sama sekali tak tergugah. Sampai akhirnya, Syeril memberanikan diri membuka suara. "Em, Val. Gue minta uang dong buat bayar uang bulanan," kata Syeril. Bukan menjawab, Reval justru memandang Syeril penuh tanya. "Uang bulanan?" ulangnya. "Iya, gue, kan, belum bayar," dusta Syeril. "Uang bulanan lo udah lunas tahun ini, jadi gak perlu bayar lagi," tukas Reval dingin sambil melanjutkan sarapan. "Buat bayar buku, kan, belum."

