Syeril tengah berdiri dengan cemas di teras rumah. Ia menunggu kedatangan Reval. Biasanya, jam empat sore sang suami sudah pulang. Namun, sampai azan Isya' berkumandang, Reval belum juga menampakkan batang hidungnya. "Kenapa, Non?" tanya Mbok Sumi. "Reval belum pulang, Mbok. Aku khawatir," jawab Syeril. "Mungkin lembur, Non." "Tapi, perasaan Syeril nggak enak, Mbok." Gadis ini mondar-mandir. Syeril mencoba menelepon Reval. Lagi dan lagi Reval sangat terganggu akan aksi Syeril. Terhitung sudah empat kali gadis itu menelepon. Padahal, Reval sudah bilang lembur, karena harus menyortir barang datang sebelum pengiriman terakhir. Jadi, Reval terlambat mengirim barang, makanya dia buru-buru. Namun, Syeril terus menghubunginya, membuat konsentrasinya pecah. Braaakk!! Mobil yang ditumpangi R
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


