TIGA PULUH DELAPAN

1009 Kata

Beberapa jam kemudian. "Wah, kamu membelikan aku barang sebanyak ini? Darimana?" "Kerja dong demi kamu." "Terima kasih ya, sayang." "Sama-sama, semua yang kamu inginkan tinggal bilang saja. Pasti aku kabulkan." "Oke." BRAK! BRAK! Teriakan dari dalam rumah, muncul di mana-mana. Putra maju dan berhadapan dengan teman Adam. "Kamu yang bernama Ali?" "I- iya." "Kamu yang menggelapkan mobil kakak Adam serta mencuri kartu debitnya?" Ali jatuh berlutut dan mengangkat kedua tangannya, dia menjawab dengan nada gemetar. "A- Adam yang memberikan ke aku kartu debitnya untuk membayar hutang, tapi masalah mobil itu-" Putra tersenyum licik. "Ingin saya bantu bebas dari penjara?" "A- apa?" "Kamu masih muda dan saya memikirkan masa depan yang panjang untuk kamu, terutama-" Putra melirik kekas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN