Lima orang tim marketing, termasuk Nada. Bisa mendengar teriakan emosional Putra. "Bu, yang sabar ya." "Anggap saja sambil lalu." "Kami tahu, bu Nada tidak sengaja bertengkar dengan pak Putra." Nada menghela napas panjang sambil membereskan mejanya, tadi dia tidak tahu kenapa Putra menyuruh ikut, lalu berhenti di depan front office dan menunggu. Nada terpaksa masuk ke dalam ruangan marketing, namun tidak tahu apa yang harus dilakukannya, hanya berdiri diam di samping meja. Begitu mendengar teriakan Putra, dia bergegas mengemasi barang-barangnya. "Ibu mau kemana?" "Ibu tidak dipecat kan?" Nada tidak tahu nasib masa depan dan tidak bisa menjawab. "NADA YOSITA!" Nada terkejut dan bergerak lebih cepat, setelahnya pamit ke rekan kerja. "File yang saya minta tadi, kirim saja ke email

