TIGA PULUH TIGA

1070 Kata

"Putra, jika kamu seperti ini- lebih baik ibu mati!" teriak ibu Putra. Putra terlalu lelah menghadapi kedua orang tua sintingnya. "Saya izin pulang, mau istirahat." "Ah, pulanglah. Kamu pasti lelah," kata Vivi yang prihatin. "Besok harus menghadapi pekerjaan yang banyak, jadi jaga dirimu." Putra mengangguk dan balik badan, pergi menuju lift khusus untuk turun ke parkir bawah. Nada mengawasi Putra yang sudah masuk ke dalam lift. Putra menyeringai dan menatap lurus Nada lalu meletakkan jari jempol di sudut bibirnya. Nada jadi teringat dengan Putra yang memainkan dirinya waktu itu, tanpa sadar dia menggigit dalam bibir bawahnya. Pintu lift tertutup. Putra menatap pintu lift yang menunjukkan wajah tampannya dengan raut wajah datar sementara Nada masih bingung dengan situasi ini. "Nada

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN