"Ahh by aku hanya mencoba mengikuti kemarin berapa banyak bajuku yang akan selalu kamu robek"
Jieun tidak terkejut suaminya melakukan ini karena feeling Jieun dia pasti akan seperti ini lagi jika aku menolaknya.Yoongi menatap istrinya yang cemberut karena setiap kali akan mulai bercinta dia selalu merobek bajunya bahkan Yoongi tidak peduli baju itu baju kesayangan istrinya atau bukan mengganggu ya buang saja pikirnya.
"Aku mulai suka merobek baju sayang tidak masalah nanti aku akan membeli banyak baju untukmu,agar aku bias merobeknya”
"Sekalian saja aku tidak pakai baju kalau begitu"
Saat yoongi ingin menyentuh istrinya kali ini ponsel pribadinya berbunyi,dia memang punya dua ponsel untuk kantor dan pribadi.Yoongi mengambil ponselnya melihat ternyata adiknya lalu dia beranjak dari tempat tidur dan menarik simpul ikatannya di tangan Jieun.
"Sebentar adikku menelpon"
Yoongi lalu pergi ke rooftops kamar sedangkan disebrang sana,seorang wanita berparas cantik yang merupakan seorang model professional tidak lain adalah adik perempuannya sendiri Min Yoora yang sedang menunggunya mengangkat telepon.Yoora sedikit kesal karena Oppanya tidak kunjung mengangkat teleponnya,dia memang punya sifat yang egois,keras kepala dan tidak sabaran tapi sebenarnya dia adalah wanita yang baik.
Yoora menjadi wanita yang seperti itu karena didikan Yoongi yang memaksanya menjadi wanita mandiri,sejak kuliah dia sudah harus bekerja untuk menghasilkan uangnya sendiri.Meskipun Yoongi masih bisa membiayai kehidupan adiknya tapi dia tidak ingin adiknya menjadi gadis manja yang harus menikah dengan orang kaya dan menjadi b***k mereka.Yoongi ingin adiknya terlepas dari perjodohan orangtuanya sepertinya tapi takdir berkata lain dengan suatu alasan Yoongi menikahkan adiknya dengan Oppa istrinya sendiri Park Jimin.
Setelah menikah Yoora jadi sedikit berbeda karena dia harus menjadi seorang istri tapi semua itu hanyalah sebuah status saja karena mereka berdua sama-sama tidak saling mencintai satu sama lain.Bahkan Jimin jarang sekali pulang kerumah,pulangpun selalu pagi buta lalu tidur dan menghilang lagi.Sampai akhirnya Yoora mulai menyukainya bahkan mencintai pria yang tidak pernah menganggapnya sebagai istri,entah karena alasan apa Yoora sampai merubah segala sifatnya agar Jimin luluh dan membalas cintanya.Setelah lumayan lama akhirnya Yoongi mengangkat teleponya,tapi dia malah yang ragu saat akan membicarakan maksudnya pada Oppanya.
“Oppa…”
"Hmm"
“Oppa,apa besok punya waktu aku ingin bertemu denganmu”
Yoora tidak tahu apa dengan cara menceritakan semua yang dilihatnya kemarin akan merasa lebih tenang,jujur saja dia shock karena melihat suaminya sendiri menyiksa seseorang hingga seperti itu.
”Ada apa? ini tengah malam”
“Ada hal penting yang ingin ku beritahu apa besok bisa bertemu?”
"Kenapa tidak bicarakan sekarang?Besok kamu datang ke kantor kita bicara disana”
Yoongi menutup telepon sepihak,Jimin dibalik pintu mendengar istrinya berbicara dengan yoongi,dia yakin kemungkinan Yoora pasti mengaduh pada Oppanya setelah melihatnya membunuh seseorang.Jimin hanya menghendikkan bahunya seolah terserah apa yang dilakukan oleh istrinya,jika dia tahu Oppanya sendirinya yang memberinya pekerjaan itu bagaimana.Tapi Jimin peduli baginya yang terpenting orang yang mengganggu adiknya telah musnah,walaupun hubungannya dengan Yoongi bisa dikatakan sangat buruk sekarang tapi ini semua dia lakukan demi Jieun.Yoora lalu memasukkan ponselnya kesaku lalu kedapur untuk mengambil minuman kaleng berusaha menenangkan dirinya dan yakin bahwa apa yang dia lakukan benar biar Oppanya yang mengambil keputusan nanti.Sedangkan Yoongi masih dirooftops tidak langsung kembali ke kamar,dia masih menikmati malam disana teringat Jennie yang sangat suka berada dirooftops katanya malam akan sangat indah jika kita melihatnya dari sini membuat Yoongi tersenyum mebayangkan semua kilasan memorinya bersama Jennie.
Jieun bernafas lega karena seperti ada yang menyelamatkanya Yoongi tidak jadi mengajakanya bercinta lalu pergi ke lemari baju untuk mengambil jubah tidur.Bukannya Jieun tidak mau bercinta dengan Yoongi,dia suaminya tentu saja punya hak menyentuhnya dan Jieun sendiri punya kewajiban melayaninya tapi hari ini sangat lelah dan sempat pusing juga sedangkan nafsu Yoongi seperti tidak akan habis.Jieun lalu kembali kekasur berniat kembali tidur tapi ponselnya tiba-tiba bordering ia mengambilnya melihat telepon dari Oppanya yang pertama.
"Oppa wae?”
“Besok Oppa akan mengajakmu berlibur bagaimana?”
“Aku malas oppa tapi kalau mau mengajakku jemput aku"
“Nee,dasar manja”
“Ya sudah tidak jadi ikut kalau begitu”
“Nee nee,oppa akan menjemputmu besok ya sudah segeralah tidur sudah malam”
“Nee oppa sampai besok pay pay”
Jieun menutup teleponnya lalu ke ranjang berniat tidur karena memang sudah sangat mengantuk,setelah satu jam berlalu Yoongi baru kembali dan melihat istrinya yang sudah tertidur.Yoongi mengelus rambut istrinya sebentar lalu ikut masuk dalam selimut memeluknya tidalama dia ikut tertidur.
Keesokan paginya Jieun bangun terlebih dulu untung dekapan Yoongi tidak terlalu erat jadi ia bisa melepaskannya dengan hati-hati agar tidak menggangu tidurnya.Jieun ke kamar mandi membersihkan diri sebentar lalu ke dapur melihat apakah ahjumma sudah menyiapkan sarapan dan membantunya menata ke meja makan.Seperti kegiatannya setiap pagi menyiapkan keperluan suaminya dan melihat kedua anaknya,setelah memastikan kedua anaknya Jieun kembali ke kamar berniat membangunkan suaminya tapi Yoongi sudah bangun fokus dengan ponselnya.
Jieun sudah biasa sekarang melihat pemandangan seperti ini karena memang suaminya termasuk pria gila kerja sepertinya dia berhenti bekerja hanya jika tidur Jika dulu Jieun selalu menegurnya untuk istirahat tapi tidak diindahkan.Yoongi yang melihat istrinya datang meletakan ponselnya dinakas begitu saja karena dia tahu istrinya tidak ada yang berani tiba-tiba mengecek ponselnya tanpa meminta ijin darinya.
"Pagi ay…"
"Pagi by…"
"By aku sudah menyiapkan baju kerjamu segeralah bersiap setelah itu sarapan aku ke kamar sikembar memberi ASI dulu nee"
“Nee ay,setelah ini aku akan bersiap”
Jieun mengecup pipi suaminya sebentar lalu keluar kamar menuju kamar kedua anaknya.Yoongi hanya diam menikmati perhatian istrinya lalu beranjak menuju kmar mandi untuk bersiap ke kantor.Setelah cukup lama Yoongi keluar dengan rapi menghampiri mereka diruang makan,dia melihat istrinya yang sudah sibuk menyuapi si kembar,Yoongi sedikit membungkuk untuk mencium pipi kedua anaknya bergantian
"Heemm anak appa sudah cantik dan tampan,ay nanti Jennie dan lily datang aku akan menjemput mereka aku akan bermalam diapartemen bersama mereka"
"Nee by,aku tidak masalah”
Jieun terdiam sejenak seperti menelan pil pahit mendengar nama Jennie keluar dari mulut suaminya,dia tidak membenci Jennie tapi lagi-lagi perasaan tercubit menyentuh hatinya.Jieun berusaha sadar jika dia tidak boleh egois apalagi Yoongi juga sudah tinggal dengannya dan bertemu dengan Jennie bisa dihitung jari.Yoongi membantu Jieun mengurus kedua anaknya sebisanya
“Ay kita makan dulu sekarang"
"Nee by"
Jieun mengambilkan suaminya makan lalu kalian makan dengan tenang,setelah selesai makan Jieunmeminta ahjumma untuk membereskan semua piring kotor.Saat itu bel pintu berbunyi Jieun segera ke depan melihat siapa yang datang sedangkan Yoongi masih dimeja makan menikmati kopi paginya.
"Oppa,ku kira tidak jadi pagi sekali mau ngapain sih"
“Agar bisa lebih lama”
Seojoon lalu masuk mencari kedua ponakannya yang menggemaskan itu dan melihat Yoongi yang sedang minum kopi diruang makan bersama sikembar yang sedang minum asi dari botol.
"Hyung,ada apa kenapa sepagi ini disini?Apa ada hal penting?”
"Tidak ada apa-apa hanya ingin mengunjungi adikku saja tapi jika kamu izinkan aku ingin mengajaknya jalan-jalan"
"Kebetulan sekali aku bisa menitipkan istri dan anakku hyung hari ini aku punya banyak pekerjaan mungkin saja aku tidak bisa pulang "
"Serahkan saja mereka padaku mereka akan aman bersamaku"
Jieun hanya mendengar pembicaraan mereka dengan diam Yoongi menghampiri istrinya dengan membawa tas kerjanya dan mengecup keningnya.
"Kamu dengan hyung dulu nee aku akan pergi bekerja”
"Nee hati-hati dijalan by"
Yoongi pergi menuju bandara untuk menjemput Jennie tidak berselang lama dari kepergian suaminya Jieun juga pergi bersama Oppanya untuk jalan-jalan.Tidak lama Yoongi telah sampai dibandara sebenarnya Jennie sengaja tidak memberitahunya jika datang kemari entah apa alasannya tapi Yoongi tetap tahu apalagi jika itu menyangkut wanita yang dicintai.Yoongi sengaja menunggu dari kejauhan apa yang dilakukan Jennienya bagaimana keadaannya sekarang setelah terapinya apa dia masih sama.Yoongi merasa bersalah karena wanitanya harus mengalami depresi hingga harus ke psikiater untuk hipnoterapi agar bisa berdamai dengan masa lalunya.
Jennie baru tiba di bandara korea selatan,dia sengaja tidak memberi kabar Yoongi akan kedatangannya karena ingin memberinya sedikit kejutan.Sudah cukup lama Jennie tidak bertemu dengan suaminya mungkin 6 bulan yang lalu Yoongi baru mengunjunginya di Las Vegas.Sejak Yoongi menikah lagi Jennie memutuskan tinggal dengan adiknya karena dia sempat mengalami depresi berat tidak bisa menerima kenyataan pria yang dia percaya tidak akan menduakannya tapi malah menikah lagi dengan wanita lain tanpa sepengetahuannya bahkan buruknya Jennie harus tahu pernikahan mereka dilayar TV.
Tapi ternyata Yoongi di luar dugaan Jennie,Yoongi sudah sejak tadi menunggu kedatangannya.Yoongi dari kejauhan melihat Jennienya yang cantik seperti biasa,dia segera menghampiri istrinya.
"Wellcome back baby,kamu tidak menungguku lama kan?"
"By,kenapa kamu bisa ada disini"
"Kenapa? Ya untuk menjemputmu ay"
Yoongi menggenggam tangan Jennie berjalan bersama dengan diam,Jennie mengikuti langkah suaminya sambil melihat tangan kalian yang saling bertaut sejenak lalu memilih menunduk.Jennie tidak tahu sejak kapan hubungannya dengan yoongi terasa berat,padahal mereka menikah bukan karena paksaan,bahkan sempat berpacaran sebentar lalu Yoongi memutuskan untuk menikahinya saat usianya bahkan masih sangat belia.Masih teringat jelas ‘Aku ingin kamu menikah denganku sekarang juga,aku tidak ingin ada penolakan karena jika aku tidak segera mengikatmu,aku kesal karena begitu banyak pria yang suka padamu’ kata manis yang keluar dari bibirnya dan sekarang kenangan itu hanya akan menjadi mimpi manis untuk Jennie seorang diri.
Yoongi lalu membukakan pintu mobil untuk istrinya dan membantunya memasukan barang Jennie dedalam mobil setelah memastikan istrinya aman dia segera masuk kebelakng kemudi.
"Kita ke kantor dulu adikku sudah menunggu mana lily?”
“Dia ikut tapi dibawa oleh Jungkook nanti menyusul”
“Kalian tidak berangkat bersama?”
“Aniya,Lily meminta sesuatu pada Jungkook”
“Ohh”
Yoongi melajukan mobilnya menuju kantor,setelah menempuh perjalanan cukup lama kalian sampai di Group Min.Semua karyawan yoongi sepertinya cukup terkejut dengan kehadiran Jennie kembali setelah sangat lama tidak terlihat,seperti dulu Jennie akan tersenyum manis mebalas sapaan mereka dan Yoongi hanya menghiraukan terus berjalan menuju ruangannya.Yoongi masuk ruangannya disana Yoora sudah menunggunya Jennie memberi senyuman pada adik iparnya yang dibalas senyuman juga.
"Masuklah kekamar dulu untuk istirahat aku ada urusan dengan adikku sebentar"
“Ahh nee by”
Tanpa membanta Jennie segera masuk kekamar pribadi suaminya karena sangat lelah dia segera merebahkan diri diranjang.Setelah tinggal mereka berdua Yoora baru membuka suara,
“Aku sudah menunggu oppa dari tadi kenapa datangnya lama sekali”
"Aku menjemput kakak iparmu sebentar kita bicara di ruang meeting saja"
“Nee”
Yoongi keluar lebih dulu diikuti oleh Yoora menuju ruang meeting,Yoongi sebenarnya sudah tahu apa yang akan dibicarakan oleh adik perempuannya pasti masalah Jimin.Sampainya diruang meeting Yoora malah diam saja karena bingung akan memulai dari mana dan apa keputusannya sudah tepat menceritakan apa yang dia lihat pada Oppanya.
"Apa yang ingin kamu bicarakan?Kenapa diam saja?" sergah yoongi.
Yoora sedikit terkejut oleh suara Yoongi ditengah pikirannya yang sedang berspekulasi sendiri,Yoora lalu mulai menceritakan pada oppanya tentang kejadian kemarin yang dia lihat mengenai suaminya.Sedangkan Jimin sejak tadi memang sudah ada dikantor Yoongi dia berada dibalik rak buku mencuri dengar apa yang dibicarakan kedua Min bersaudra itu.
Flashback
"Malam ini aku ada pekerjaan kamu tidurlah tidak perlu menungguku”
Jimin sengaja memberitahu istrinya,dia berpikir sudah saatnya Yoora tahu pekerjaannya dan siapa dia sebenarnya karena sejak kemarin gadis ini sudah mulai curiga dengan dirinya dan mengikutinya.Walau konsekuensinya bisa jadi kamu mungkin akan sulit menerimanya lagi tapi Jimin tidak peduli dia juga tidak berharap lebih akan menghabiskan hidupnya bersama Yoora.
"Memang sepenting itu ya pekerjaannya? Yaudah hati-hati jangan pulang terlalu larut"
Yoora mengusap pipinya dengan lembut sebenarnya Yoora curiga pada Jimin sejak lama karena dia selalu pulang larut bahkan pernah tidak pulang berminggu-minggu tapi dulu dia tidak peduli apa yang dilakukan oleh Jimin.Tapi karena sekarang dia sudah mulai jatuh cinta pada suaminya dia berharap Jimin tidak terlibat sesuatu yang berbahaya jadi ia berniat untuk mengikuti suaminya lagi dan kali ini dia tidak boleh sampai gagal lagi mengikutinya suaminya.
"Tidak penting sih tapi harus aku lakukan,aku berangkat dulu"
Jimin berpamitan pada iatrinya sebenarnya sempat dilema dengan keputusannya membiarkan istrinya tau pekerjaannya ‘ah sudalah dia sendiri yang ingin tahu lagipula aku tidak berharap lebih padanya' pikir Jimin lalu keluar apartemen masuk mobilnya lalu pergi.Melihat Jimin sudah pergi Yoora bersiap mengeluarkan motornya dan mengikuti suaminya dari belakang untung saja dia membawa motor jadi bisa menyusul mobil Jimin yang melaju dengan cepat.Jimin hanya melihat dari kaca mobilnya istrinya yang sedang membuntutinya.
‘Sebenarnya pekerjaan apa yang dia lakukan selama ini kenapa dia seperti menyimpan sesuatu’batin Yoora
Jimin sampai ditujuan,dia memarkirkan mobilnya asal.Yoora masih belum masuk dia menunggu Jimin pergi dulu,setelah Jimin masuk kesebuah gedung tua Yoora masuk memarkirkan motornya sedikit jauh dari mobil Jimin.Yoora melihat sekeling ini seperti sebuah pabrik yang sudah sangat lama tidak dipakai pikirannya mulai bertanya-tanya
‘Kenapa dia pergi ke tempat yang seperti ini”
Jimin melihatmu Yoora sambil dibalik pintu bersandar dengan memainkan pisau kecilnya,ia sengaja menunggu istrinya memastikan keadaanya masih aman setelah melihat Yoora mulai masuk, dia menghilang menuju ketargetnya.Yoora menyusuri semua ruangan yang terbengkalai itu mencari keberadaan Jimin,dia masuk ruangan satu per satu untuk mencari suaminya lalu disalah satu ruangan dia melihat Jimin sedang bersama seseorang dengan pisau di tangannya.Pikiran buruk mulai bersarang dikepala Yoora kemungkinan-kemingkinan tidak baik membuatnya menyesal mengikuti Jimin.
‘Apa yang sebenarnya dia lakukan dengan orang itu dan kenapa dia memegang pisau? Apa yang sedang terjadi di antara mereka berdua’
Jimin melihat istrinya dari sudut matanya berada dibelakang pintu lalu jimin melihat mangsanya yang sedang berlutut padanya dengan tangan terikat dibelakang,bersyukurlah karena istriku berada disini aku tidak kan berlama-lama denganmu pikirnya.Jiimin berjalan menghampiri mangsanya menendang kepalanya hingga terbentur kelantai cukup keras .Yoora yang melihat Jimin menendang orang itu terkejut dan lemas di sekujur tubuh,Yooran seketika ingin menghentikan aksi suaminya tapi di sisi lain ia takut melihat jimin dengan keadaan yang seperti itu.Perasaan Yoora muali campur aduk sekarang,
‘Kenapa dia melakukan itu kenapa? Apa yang ada di pikirannya sampai berbuat seperti ini? Apa ini Jimin yang aku kenal selama ini’
Yoora melihat Jimin tidak berhenti disitu,dia melihat suaminya menindih tubuh pria itu dengan tatapan seperti kurang minat,Yoora dengan diam terus memperhatika apa yang dilakukan oleh suaminya.Jimin memainkan pisau kecil ditangannya dan pria itu terlihat bergetar ketakutan sambil memohon ampun pada Jimin.
"Menurutmu aku harus membuat karya seperti apa?Aku biasanya suka mendengar teriakan putus asa tapi malam ini pengecualian karena aku sedang tidak ingin membuat seseorang terkejut”
"Crasshh "
Suara Jimin menusuk mulut pria itu dari samping hingga tembus ke sisi lainnya dan dengan cepat mengarahkan kedepan hingga bibir pria itu robek dan darah segar mengalir dan membasahi tangan Jimin disertai teriakan tidak jelas dari pria itu karena kesakitan dan bibirnya terluka parah.
"Aduh aku salah sasaran harusnya aku menusuk lehermu agar mati,mianhae"
Yoora seketika itu juga menutup mulutnya shock hampir saja dia berteriak tapi dia sadar nanti Jimin akan tahu dia mengikutinya.Yoora terjatuh ke lantai sambil ketakutan tubuhnya bergetar melihat Jimin yang seperti haus akan darah,Yoora terdiam melihat suami yang selama ini dia pikir baik ternyata seorang pembunuh.
‘Apa yang harus aku lakukan,kakiku tidak bisa digerakan karna terlalu takut’
Yoora yang ingin meninggalkan tempat itu berusaha untuk berdiri dan lari secepat mungkin tapi setelah berhasil berdiri malah tidak sengaja menyenggol sesuatu sehingga mengeluarkan suara yang cukup keras.Yoora panic lalu bergegas lari ke luar gedung dan menaiki motornya dengan kecepatan tinggi seperti tidak peduli dia akan sampai tujuan atau tidak pikirannya terlalu kalut.
Kimi pikiran Jimin menjadi terbagi tapi ia tidak bisa menunda pekerjaannya lebih lama dia menuntaskan pekerjaan lebih cepat dan segera pulang walau sebenarnya dia ingin membuat karya yang lebih aestetik lagi ditubuh pria ini tapi ia urungkan.Yoora sampai di apartemen langsung masuk ke kamar dan menangis ia masih tidak percaya Jimin telah melakukan sesuatu yang keji tubuhnya masih bergetar ketakutan mengingat bagaimana ekspresi jimin tadi saat menyakiti orang seperti tanpa beban.
"Kenapa dia tega melakukan itu kepada seseorang? Apa dia seorang psikopat?’’
Setelah cukup lama menangis Yoora menuju kamar mandi untuk membasuh wajahnya yang sembab karena menangis agar nanti jika suaminya kembali dia bisa bersikap seolah tidak terjadi apapun tepat saat Yoora keluar kamar mandi ia melihat Jimin yang sudah dikasur bersandar dikepala ranjang.
"Kamu sudah pulang? Bagaimana pekerjaannya apa sudah selesai biasanya pagi baru kembali”
Yoora berusaha bersikap biasa dan berbasa-basi agar suaminya tidak curiga padanya tapi Jimin malah mendekatinya dengan tatapan tenang tanpa ekspresi hingga membuat Yoora mundur beberapa langkah sampai terbentur dinding.
"Jim ada apa? Kenapa kamu terus mendekat?”
“Apa aku tidak boleh mendekat “
"Kamu pasti lelah karna bekerja sebaiknya kamu istirahatlah aku akan mengambil air untukmu”
Belum sempat Yoora keluar Jimin dengan cepat medorong istrinya kembali ke dinding dan mengurung dengan tubuhnya diantara kedua sisi dengan lenganya.
"Ada apa sayang?Apa kamu menghindariku sekarang bukankah akhir-akhir ini kamu berusaha mencari perhatianku"
“Aaniyya..”
Yoora gugup tidak berani menatap jimin hanya bisa menunduk dan menahan rasa takut karena melihat istrinya takut Jimin melepas kungkungannya dan kembali kekasur untuk tidur.
Flashback end.
Yoora menceritakan semua pada Yoongi tanpa menguranginya sedikitpun karena Jimin adalah pilihan Oppanya dia harus bertanggung jawab jika sesuatu terjadi padanya.Yoongi pura-pura Terkejut agar adiknya merasa tenang lalu menghampiri adiknya yang ketakutan memeluknya.
"Lebih baik kamu pulang saja biar aku yang berbicara dengan Jimin tenag dia tidak akan melukaimu"
“Oppa tidak percaya dengan yang kukatakan?”
“Aniya,oppa percaya biar nanti oppa yang bicara pada suamimu sekarang kamu pulanglah tidak perlu membahas ini dengannya mengerti!!”
“Nee oppa aku akan pulang”
Yoora pergi meninggalkan kantor oppanya dan tepat saat itu Jimin keluar,Yoongi menghela nafas lelah semua kehidupannya tampak melelahkan sekarang.
"Bagaimana bisa istrimu mengikuti mu?Lain kali jangan seperti ini"
"Ah nee hyung"
"Dia sudah tahu hyung tidak pedulikan pokoknya selesaikan sendiri,baiklah urus dia dengan benar jangan sampai terluka dan satu lagi,coba sesekali bersikap manislah dengan adikmu sendiri mobil yang di rusaknya sudah ku ganti"
Yoongi lalu meninggalkan Jimin kembali keruangannya untuk bekerja Jimin rasanya ingin tertawa mendengar Yoongi memperingatkannya untuk bersikap manis pada adiknya sendiri.Jimin memang jarang berkumpul keluarga karena appa tidak pernah membiarkannya memiliki waktu seperti itu tapi dia menyayangi keluarganya dengan caranya sendiri apalagi pada Jieun mereka tumbuh bersama.Jimin tidak pernah marah pada adik kecilnya pasti dia mengaduh pada suaminya,dia memang suka sekali mengaduh bahkan pada kakeknya membuatnya selalu mendapat hukuman tapi sekalipun Jimin tidak pernah kesal semua kesalahan adiknya dia bisa memaafkan.Jimin menghela nafas jika bukan karena Jieun istrinya apa dia masih bisa memerintahku pikirnya.
"Astaga inilah alasanku malas berurusan dengan wanita apalagi menikah kecuali Nuna"
Jimin jadi teringat pada Jennie wanita yang diam-diam dia sukai,wanita yang selalu sabar dengan semua kekonyolannya dan semua sikapnya yang kadang semaunya sendiri.Jimin mengambil ponselnya dari saku memerintahkan bawahannya untuk menghilangkan penatnya.
“Siap kan aku jalang suruh keapartemenku ingat jangan yang bekas”
Setelah memberi perintah Jimin mematikan telepon sepihak kembali mengantongi ponselnya kesaku dan keluar dari ruangan.Jimin berjalan dengan santai keluar gedung MinGroup tapi di luar gedung ia bertemu dengan yoora JImin tahu istrinya mungkin tidak ingin melihatnya.Mereka saling melewati begitu saja Jimin bisa melihat dari mobil istrinya langsung pergi membawa motornya tapi Jimin tidak peduli lalu bergegas pergi menuju apartemen pribadinya untuk bersenang-senang.