Pagi datang lagi. Sinar hangat matahari kembali menerangi bumi. Cahayanya yang lembut membangunkan setiap makhluk hidup yang tertidur. Burung-burung berkicau riang menyambutnya, angin semilir menggoyang helai-helai daun di pepohonan, tapi tidak membuat mereka rontok dan jatuh menyentuh tanah. Suasana hangat pagi tidak dapat menyentuh sesosok tubuh yang masih meringkuk di balik selimut tebalnya. Suara kicauan burung hanya terdengar samar di telinganya. Suara itu malah mengantarkannya pada mimpi indah bersama seorang pria berambut gelap yang ditemuinya kemarin siang. Vena mengerang, Gabriel mengentak kuat di dalam khayalannya, mengantarkannya pada gelombang besar untuk yang kesekian. Namun, anehnya dia tak merasa puas, masih menginginkan Gabriel di dalamnya lagi dan lagi. Dering ponsel men

