Suara kicauan burung terdengar samar seolah sangat jauh. Udara yang tadinya lembap sekarang terasa hangat. Bau busuk menusuk perlahan berubah segar, dan yang paling melegakan adalah napasnya yang sudah tidak sesesak tadi. Ia sudah bisa menghirup udara dengan bebas. Tak ada lagi yang menghalangi, tangan yang mencekik lehernya sudah menghilang. Tentu saja, itu semua hanya mimpi, 'kan? Mata yang terpejam, terbuka dengan cepat setelah bergerak liar beberapa saat. Nick langsung duduk, mengusap wajah kasar. Dadanya naik turun, jantungnya berdegup lebih cepat dua kali lipat. Ia kembali mengalami buruk seperti beberapa waktu yang lalu. Hanya bedanya, kali ini ia melihat –bertemu– pemilik tangan yang mencekiknya. Seorang wanita yang memiliki kecantikan luar biasa. Kecantikan yang bisa langsung mem

