Sudah beberapa kali ponselnya bergetar di atas meja, tapi Vena tak memedulikannya. Dia lebih memilih untuk menikmati makan siangnya. Kentang tumbuk yang gurih berpadu dengan ayam goreng, juga biskuit cokelat yang terasa lumer di mulutnya lebih menarik daripada harus mendengar celotehan Nicholas Craig. Dia tak ingin selera makannya menguap hanya karena mendengar suaranya. Dia lebih memilih untuk mendengar suara Beth atau suara Aaron Ainsley yang terus berusaha merayunya. Jujur saja, itu sedikit mengganggu, tapi tetap lebih baik dari suara Nicholas Craig yang mengklaim dirinya sebagai miliknya. Vena mengerang kesal dalam hati. Mengingat kata-kata Nick saja sudah membuat nafsu makannya berkurang, apalagi jika dia benar-benar bertemu dengannya saat ini. Untung saja, makanan penutup di kafe i

