Suara kicauan burung terdengar bersahutan dari balik jendela menyambut kembalinya Sang Surya. Meskipun cahayanya terhalang awan kelabu yang menutupi sebagian darinya, tapi burung-burung gereja tetap bersukacita menyambutnya. Mereka bernyanyi dengan suaranya yang terdengar merdu dan berisik. Setidaknya itu yang dirasakan sesosok tubuh yang meringkuk dibalik selimut tebal. Tubuh mungil itu bergetar, bergerak ke sana kemari dengan gelisah. Rambut coklat terangnya sebagian menempel di pelipis karena keringat. Tak hanya wajahnya saja yang berkeringat, tetapi seluruh tubuh wanita itu bermandikan peluh. Padahal penyejuk ruangan di kamar tidurnya tidak dimatikan. Dia terbiasa tidur dengan penyejuk ruangan yang menyala. Amber Lynch berteriak, mata birunya terbuka lebar dengan cepat. Secepat itu j

