Bab 25

2035 Kata

Cameron James terus bercerita, dari hal-hal menarik sampai yang dibuat-buat. Vena yakin itu hanya untuk menarik perhatiannya. Semua ini sangat konyol. Bukankah dulu Cameron selalu mengejeknya dengan menyebutnya si mata empat? Lalu, kenapa sekarang dia berkunjung dengan membawa sekotak pizza dan dua kaleng coke dengan alasan mencari teman mengobrol? Rasanya mustahil melihat seorang seperti Cameron yang menjadi idola di kalangan wanita dalam gedung apartemen mereka dan sekitarnya, berada di depannya, duduk di salah satu sofa di ruang tamunya, dan mengobrol sesuatu yang sangat tidak penting. Dia hanya membual agar mendapat simpati darinya. "Apa kau bisa menebak bagian akhirnya?" Cameron bertanya disela tawa kecilnya. Ia sedang menceritakan sebuah lelucon yang didengarnya dari Dylan Moore, t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN