TERIMA TANTANGAN

1163 Kata

"Iya, kita emang mau beli bubur, tuh yang di pinggir lapangan itu!" Tangan Rizki menunjuk. "Stop it! It doesn't make any sense!" "Bahasa Indonesia!" Rizki menekankan lagi. "Aku gak gila buat makan di sana!" Danita lupa sudah dengan urusan Henry Waverly. "Hey, lihat!" Rizki menunjuk lagi. "Di sana biasanya banyak orang suka jogging kalau pagi gini dan mereka pasti mampir ke tukang bubur itu. Buburnya itu enak banget. Dan itu bubur kesukaanku, kesukaan mereka juga. Lihat lagi tuh!" Rizki menunjuk ke arah lainnya. "Yang makan di sana bukan orang gila. Banyak orang yang punya mobil itu makan di sini. Jadi itu bubur bukan makanan orang miskin aja dan emang enak, semua kalangan suka." Jawaban yang jelas membuat Danita bergidik ngeri memikirkannya. Dia tak ada niat mencoba meski itu disu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN