"Kau tahu apa yang tadi kau udah janjikan sama temenku Banu?" "Tau dan santai aja sih bicaranya. Dan gak usah ngeliat ke aku kayak aku ni ular piton yang mau makan temenmu. Fokus aja sama jalan. Kau kan lagi pegang kemudi mobil sih," sindir Danita yang tidak menatap Rizki dan sudah nyerocos tanpa jeda. Segitu Danita masih sibuk dengan isi tasnya dan baru saja mengeluarkan handphonenya. Dia ingin mencari sesuatu dengan handphone itu. "Ngomong-ngomong, babehmu sangat diperhatikan ya sama Om Rano. Dia tuh rela lo ninggalin meeting pentingnya cuman buat menolongmu. Dan bayaran yang mau kuberikan juga ditolaknya. Dia sayang banget kayaknya sama keluargamu." "Ssssh, jangan bahas ke mana-mana dulu. Aku lagi ngebahas masalah Banu. Bukan Pak Rano." Rizki sinis. "Dia happy aja tuh." Tapi Danita

