Siapa dia

953 Kata

 "Yun, Dina mana?" tanyaku pada Yuna yang tengah merapikan meja, kegiatan yang selalu dilakukan menjelang tutupnya kedai. "Baru aja pulang, Kak. Mungkin masih sampe depan." Jawab Yuna, sesaat menghentikan kegiatannya. Aku berdecak kesal, kenapa belakangan begitu terasa jika Dina menghindariku. Kuambil langkah seribu menuju parkiran, semoga saja Yuna benar. Dia baru sampai depan. Dari kejauhan aku sudah bisa melihatnya, berjalan dengan gontai bagai tidak ada semangat di dalam hidupnya kini. Ada apa sebenarnya. Aku sedikit melambatkan sepeda motorku melihat sebuah mobil mewah mendekatinya, Dina sedikit membungkukkan badan mungkin berbicara dengan seseorang yang berada di dalam. Tapi ... tidak lama pintunya terbuka, dan gadis kesayanganku masuk ke dalam mobil tersebut. Bersama siapa d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN