Omah Kayu. Di kawasan curug lawe. Desa Cakrawati, petungkriyono. Mataku berbinar melihat pemandangan yang ada, rasanya bibirkupun tidak berhenti berdecak kagum. Hutan pinus yang terhampar luas tidak jauh dari sebuah air terjun yang indah, udara berbau khas cemara. Beberapa rumah panggung yang sangat cantik berada di sana. Seorang lelaki berjalan tergopoh menghampiri kami. "Pak Aldo Diyaksa?" Tanyanya memastikan. "Betul." Jawab Bang Aldo, lelaki itu tersenyum ramah padaku. "Mari saya antar ke omah kayu yang sudah Bapak pesan." Lalu kami membuntuti langkah lelaki itu. Tidak begitu jauh, hanya melewati tiga rumah kayu lainnya. Bang Aldo menggandengku menaiki anak tangga. Lelaki itu membukakan pintu, mempersilakan kami masuk sambil menaruh koper kami yang ia bawakan. "Sil
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


