Janji Dina

1467 Kata

 "Abang ... aku mau makan." Aku menggeliat berusaha melepaskan kedua telapak tangannya yang memegang wajahku. Tawa kecil mewarnai waktu makan malam kami. "Maaf, ya. Abis abang gemes sama pipi kamu," jawab Bang Aldo lalu melepaskan wajahku yang terasa memanas menahan malu. ia melanjutkan makannya, mengunyah dengan lahap nasi padang yang ia pesan. Aku jadi merasa bersalah, sejak kami menikah belum pernah aku memasak untuknya. Mau bagaimana lagi, tidak ada satupun peralatan masak yang aku miliki. tempat kostku ini hanya satu kamar dengan kamar mandi di sudut ruangan. "Bang, maafin aku, ya." Bang Aldo menghentikan makannya lalu memandangku dengan dahi yang berkerut. "Kenapa?" tanyanya tanpa berhenti mengunyah. Wajahnya terlihat lucu hingga membuatku menahan tawa. "Aku enggak pe

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN