Hening menguasai jeda yang terjadi antara percakapan Ezra dan keputusan Daya yang menurut pria itu, gegabah. Ditatapnya kedua mata Daya lamat – lamat, namun yang Ezra dapat temukan hanya tekad akan keputusan yang membuat hatinya bimbang sekarang. Dia memahami kondisi Daya yang belum stabil, secara mental dan fisik. Dia baru saja kehilangan, bagaimana bisa ia mengesampingkan itu semua untuk mewujudkan satu acara yang seharusnya menjadi hari bahagia. Belum lagi mengenai Vika, banyak yang harus Ezra pastikan agar keluarganya tidak terluka. “Ya, kamu jujur deh sama aku. Apa yang membuat kamu ketakutan jika pernikahan kita diundur?” Tanya Ezra hati – hati. Berbagai skenario memenuhi benak Daya. Ketakutan tentang Bella yang kembali dalam pelukan Ezra yang paling nyaring menghiasi pikirannya

