Suasana sarapan di meja makan terasa sepi. Hanya suara sendok Troy yang beradu kencang dengan piring lah yang terdengar. Sementara orang dewasa yang berada di sekitarnya, tidak bersuara meski memiliki gerakan yang sama. “Ayah—“ Troy memandang wajah sang ayah yang masih sibuk dengan pikirannya. “Hm?” “Kenapa kura – kura selalu bawa rumahnya?” “Biar enggak ada yang maling.” Jawab Ezra asal hanya untuk membuat anaknya diam. Tapi tidak, Troy bukan anak yang cepat puas. “Emang siapa yang maling rumah kura – kura Yah?” Ezra berdecak kesal dan menyadari hal itu bisa membuat anaknya mengkerut ketakutan ketika dilihatnya wajah Troy tampak terkejut hingga cemberut kemudian. Daya menyadari kekesalan Ezra berawal dari pertengkaran mereka. Tapi bisakah itu disebut pertengkaran? Setelah meningg

