"Bee, aku ingin buang air," ucap Kate sambil melangkah menghampiri Bryan yang baru saja duduk di sofa bersama si pemilik toko. "Sayang, apa kau sangat harus ke belakang sekarang?" tanya Bryan menatap lamat-lamat. "Iyaa, aku tak tahan lagi," ucap Kate berkeluh kesah. "Silahkan, masuk ke sana dan kalian akan menemukan pintu berwarna hitam," ucap si pria tua pemilik kedai tersebut menunjuk ke sebuah arah dengan tanpa rasa curiga. "Maaf ya Pak," ucap Bryan sambil meraih tangannya Kate. Keduanya kemudian melangkah beriringan ke arah toilet. "Bee, ada nama Joan dan Kriss pada deretan kotak dimsum di etalase. Aku tidak mengerti maksudnya, tapi liat sekarang, kakek tua itu menutup akses keluar masuk kita Bee?" ucap Kate sambil memelankan suaranya. Bryan terdiam. "Bukankah kau ingin buang

