28

1051 Kata

Ketika asyik menikmati makan malam tiba seorang wanita dengan wangi tubuh yang begitu menguar mendekat dan bergabung ke meja kami. "Hei kalian, mesra banget," ujarnya dengan santai sambil mengibaskan rambut. Waw, aku kagum dengan keberanian dan rasa tidak tahu malu dirinya. Maka sebaiknya aku pun harus cerdik dan tidak boleh mengalah. "Waw, ada pelakor gabung di kursi kami, haruskah aku menayangkan siaran langsung ke f*******:, atas kekompakan kita," ujarku. "Boleh, ide bagus," jawabnya santai. Aku mulai menggeram dalam hati dan kesal tapi aku juga harus terlihat elegan di depan Mas Danu. "Oh kamu mau makan apa," tawarku sambil membuka buku menu. "Apa aja, emang gak jadi masalah buatmu," katanya dengan penuh rasa percaya diri." Dasar gila! "Tidak jadi masalah, mas Danu suamiku,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN