Pandangan Justin kini fokus pada Hana. "Ada apa, sih, Han?" tanya Justin berniat merangkul untuk duduk di pangkuannya, tapi gadis itu malah mengelak. "Jangan pura-pura amnesia," berengutnya. "Siapa yang pura-pura amnesia? Aku masih mengingatmu sebagai istriku dan satu-satunya wanita yang ku cintai," balasnya menggoda Hana. "Kenapa aku ada di sini? Kenapa aku bisa tidur dengan durasi yang amat sangat panjang? Hari ini aku ada tugas di kampus dan gara-gara Om, nilaiku pasti bakalan ... ah, yang jelas aku kesal padamu!" Justin sampai menopang dagunya mendengar celotehan Hana yang begitu panjang. "Jadi, bagaimana tidurmu?" "Om Justin ... kamu nggak liat, ini wajahku lagi kesal padamu," rengeknya. Justin menanggalkan kancing kemejanya paling atas dan melonggarkan ikatan dasi yang meli

