BAB : 18

1010 Kata

Hembusan napas menerpa wajahnya ... membuat tidur nyenyaknya seolah sengaja dibangunkan. Matanya melek seketika dan dikejutkan dengan Justin yang lagi-lagi ada dihadapannya. Oke, ini bukan yang pertama kali terjadi. Mau kaget pun sepertinya akan aneh. Yang jelas cowok ini masih berada di jalur aman, tak melakukan sesuatu yang membuatnya terkena serangan jantung di pagi hari. Ingin segera bangun, tapi wajah tidur dan tenang itu tiba-tiba saja membuat niatnya terhenti. Ia terhipnotis untuk terus memandangi. Bahkan jarinya kini dengan tak tahu dirinya menyentuh wajah itu. Ayolah, ia tak bermaksud apa-apa, tapi jarinya tak bisa dikondisikan. Padahal lagi fokus-fokusnya, tiba-tiba kaget saat Justin seketika membuka mata dan langsung menatap ke arahnya. Dengan cepat ia singkirkan tangannya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN