BAB : 11

1139 Kata

Terlihat benar-benar menakutkan tampang Justin saat ini, tapi kemudian diapun melepaskan cengkeraman tangannya di lengan Hana. Kemudian dengan lembut ia usap dan tiup bekas memerah atas tindakannya itu. Ia tak tahu kenapa hatinya jadi seperti ini. Sosok Hana seakan mampu mengubah apapun yang ada dalam dirinya. Emosinya, perasaannya, bahkan sikapnya. Laksana hujan es di tengah gurun pasir, seperti itulah sosok Hana baginya. "Kalau kamu tenang, aku akan tetap tenang. Jangan membuatku melawan emosiku sendiri karenamu," ujar Justin masih berfokus pada lengan Hana. "Tapi aku nggak bisa begini. Kehidupan kita berbeda, Om. Aku hanya anak kuliahan yang baru semester satu. Bahkan nggak ngerti dan nggak tau apapun. Kamu itu orang penting dengan seorang istri yang setia di sampingmu. Kenapa memba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN