Udah jamuran, dikerubungi lalat, membuat Tian sampai mengumpat kesal. Berniat kembali masuk ke dalam mobil, tiba-tiba Willy dan orang-orang bawahan Justin muncul dari dalam hutan. "Lah, Justin sama Hana mana?" tanya Tian pada sobatnya itu. "Kita nggak ketemu sama mereka," jawab Willy sambil mengatur napasnya yang lelah. Iyalah, ia muter-muter hutan semalaman, tapi seolah tak menemukan hasilnya. "Trus, gimana ini? Kita lapor polisi?" Tian mulai panik. "Kita tunggu dulu. Semoga aja mereka secepatnya kembali," saran Willy duduk di rerumputan, mengkondisikan rasa lelahnya yang bercampur khawatir. Bukan hanya takut Hana kenapa kenapa, tapi bertambah dengan khawatir akan keadaan Willy. Sebuah mobil datang, membuat pandangan keduanya mengarah pada kendaraan tersebut. Seorang gadis keluar

