Turun dari mobil yang pintunya dibukakan oleh supir, keduanya segera masuk ke dalam rumah. Terutama Hana, dia malah berlalu dengan cepat menuju kamar yang berada di lantai atas. Sikap itu tentunya membuat Justin merasa bingung. Ia segera menyusul Hana yang sudah terlebih dahulu menuju kamar. Saat sampai, ia justru mendapati istrinya itu baru keluar dari kamar mandi. "Ada apa?" tanya Justin mendapati wajah Hana yang tampak memerah. "Enggak kenapa-kenapa," jawabnya langsung menaiki tempat tidur dan merebahkan badannya di kasur. Memejamkan kedua matanya yang tak mengantuk. Justru ke rasa tak nyaman ia rasakan pada perutnya dan kepalanya. "Apa kamu marah saat aku nggak memberikan ijin padamu?" tanya Justin. Ya, bagaimana ia tak berpikir begitu. Pasalnya semenjak dari kampus tadi, bahkan d

