Bab 15. Lebih Cepat Lebih Baik

1100 Kata

Kaisar menggeleng setelah mendengar pertanyaan sang ibu. “Aku masih harus meyakinkan diri dulu, Bu. Kami juga baru mengobrol beberapa kali. Minggu depan Shasha dan keluarga mau pergi umrah. Mungkin nanti setelah umrah aku baru bicara serius sama Shasha.” “Kenapa harus ditunda kalau bisa secepatnya, Kai. Nanti waktu umrah dia malah bisa merenung dan berdoa di sana,” tukas Pak Dipta. “Masih terlalu dini, Pak. Belum tentu juga Shasha mau sama aku. Selain itu ada kakak tingkatnya yang dekat sama Shasha. Dia itu baik sama semua orang, jadi bingung juga menyimpulkan siapa sebenarnya yang ada di hatinya,” jelas Kaisar. “Ah, Mas Kai, cemen. Masa takut kalah saing sama Mas Juna. Memang sih Mas Juna itu selain ganteng, orang kaya juga. Pewaris tunggal gitu. Rumahnya aja ada di perumahan elit yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN