Adi dan Kaisar bangkit dari duduk dan mencari tempat yang lebih nyaman untuk bicara secara pribadi dan tidak didengar anggota keluarga yang lain. Mereka memilih area di luar kafe yang malam itu terlihat gelap. Memang sengaja tidak dinyalakan lampunya karena kafe sedang ditutup untuk umum. "Aku dengar Adel hamil. Selamat ya atas kehamilan istrimu, Di," ucap Kaisar setelah mereka hanya berdua. "Makasih, Kai. Semoga nanti Shasha juga segera hamil setelah kalian menikah. Kamu enggak DP dulu kan?" gurau Adi. Kaisar menonjok pelan lengan sang sahabat. "Sialan kamu, Di. Memangnya aku tipe yang suka kredit begitu. Pegangan tangan sama Shasha saja jarang. Kamu tahu sendiri ‘kan penjaganya Shasha kaya gimana." Adi tertawa. "Siapa tahu kamu sudah berubah, Kai." "Aku kan jomlo seumur hidup sebelu

