Waktu terus berlalu, tanpa terasa sudah memasuki bulan Ramadan. Adi mengadakan acara buka puasa bersama di rumahnya. Tidak banyak yang diundang hanya keluarga Pak Lukman dan Bu Dewi. Pak Wijaya tidak bisa datang karena ada banyak undangan mengisi kajian saat bulan puasa. “Mas Kaisar, jadi kapan ini nikah? Katanya habis lebaran," tanya Pak Lukman pada Kaisar yang sore itu ikut buka puasa di rumah Adi. "Insya Allah setelah lebaran haji, Om. Soalnya tempat yang mau dipakai resepsi sudah dipesan orang di tanggal yang kami tentukan," jawab Kaisar. "Oh, kurang gerak cepat ini berarti," goda Pak Lukman. Kaisar tersenyum. "Kami baru sidang nikah bulan lalu. Setelah itu baru berani booking tempat resepsi. Ternyata pas Rendra ke sana sudah penuh, akhirnya mundur. Tetapi juga tidak apa-apa, karen

